Setiap insan manusia yang percaya penuh pada : Tuhan yang Maha Esa; 10 Guru , dari Guru Nanak Dev sampai Guru Gobind Singh; sebagai individu dan sebagai makhluk sosial. Sebagai Individu atau personal, seorang Sikh yang harus memahami Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik.
1 Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita amati secara seksama benda-benda atau makhluk ciptaan Tuhan yang ada di sekitar
Berikutadalah rumusan/pokok masalah : 1. Pengertian dari Manusia, 2. Defini Budaya, f3. Manusia sebagai makhluk berbudaya. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Manusia Secara bahasa manusia berasal dari kata "manu" (Sansekerta), "mens" (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Manusiaadalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan kewajibannya. 1) Kodrat manusia Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat dasar, kemampuan atau bakatbakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang
Vay Tiá»n TráșŁ GĂłp 24 ThĂĄng. Kegiatan Belajar 1 Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa Dalam pembahasan tentang materi individu sebagai insan Tuhan Yang Maha Esa difokuskan sebagai warga Negara yang menganut agama, dan berperilaku baik secara horizontal juga vertikal sesuai dengan keyakinannya. Misalnya Islam beribadat di masjid, Katolik dan Protestan beribadat di gereja, Hindu beribdat di Kelenteng, Budha beribadat di Pura. Agama Islam mengajarkan bahwa belum sempurna iman seseorang kalau kasih sayang kepada orang belum sama dengan kasih sayang kepada dirinya. Bahkan mengajarkan salah satu ciri orang beriman adalah orang yang mencintai negaranya. Agama Kristen Katolik mengajarkan bahwa tujuan Tuhan menciptakan manusia untuk kebahagiaan manusia, dosa menghancurkan kebahagiaan manusia, dan Yesus Kristus pembebas manusia dari dosa. Agama Hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam âSloka Mokasarthan jagat hitaca iti dharmaâ artinya tujuan agama dharma ialah tercapainya kesejahteraan dunia jagat hita dan kebahagiaan spiritual moksa. Selanjutnya dirinci menjadi empat yang disebut âCatur Purusa Arthaâ empat tujuan hidup manusia, yaitu 1 Dharma, 2 Artha, 3 Kama, 4 Moksa. Agama Budha dikenal dengan ajaran Catur Paramitha yaitu empat sifat luhur di dalam hati nurani manusia, yaitu Metta atau Meitri, Karuna, Mudita, dan Upekha. Kegiatan Belajar 2 Individu sebagai Makhluk Sosial Untuk menjalin hubungan satu sama lain memerlukan aktivitas komunikasi. Kecenderungan manusia berkeinginan untuk hidup serasi sebagai timbal balik satu sama lain karena manusia mempunyai dua hasrat, yaitu berkeinginan menjadi satu dengan manusia yang lainnya, dan berkeinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.Soerjono Soekanto;1990. Dalam kehidupan berkelompok daan dalam hubungannya dengan manusia yang lain, pada dasarnya setiap manusia menginginkan bebrapa niai. Harold Lasswell merinci ada delapan nilai yang terdapat dalam masyarakat, yaitu 1. Kekuasaan, 2. Pendidikan/ penerangan enlightment 3. Kekayaan wealth 4. Kesehatan well-being 5. Keterampilan skill 6. Kasih saying affection 7. Kejujuran rectitude dann Keadilan rechtschapenheid 8. Keseganan, respek respect Menurut Robert Mac Iver âSociety means a system of ordered relationsâ yang berarti masyarakat suatu sistem hubungan-hubungan yang ditertibkan. Sedangkan menurut Harold J. Laski âA society is a group of their mutual wantsâ artinya masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerja sama untuk memuaskan keinginan mereka bersama. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa norma yang perlu ditaati yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hokum. Bangsa Indonesia dikenal dengan kemajemukannya baik suku bangsa, suku bahasa, budaya dan agama. Dalam kondisi seperti ini diperlukan character building agar perbedaan itu bukan merupakan faktor pemisah, akan tetapi merupakan kekayaan bangsa serta dipupuk rasa kebersamaan dan persatuan yang semakin kokoh. Kegiatan Belajar 3 Individu sebagai Warga Negara Indonesia Ada beberapa pengertian Negeri, yaitu 1. Miriam Budiarjo, âsuatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan yang sah dan ditaati oleh rakyatnyaâ. 2. Roger H. Soltau âalat agency atau wewenang authority yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakatâ. 3. Harold J. Laski âsuatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secar sah lebih agung dari pada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat ituâ. 4. Max Weber âsuatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayahâ. 5. Robert M. Maclver âAsosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah berdasarkan sistem hokum yang diselenggrakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksaâ. Menurut Coogan 1998 mengelompokkan warga Negara ke dalam 5 kategori, yaitu 1. A sense of identify warga Negara harus memiliki identitas atau jati diri 2. The enjoyment of certaint rights warga Negara memiliki hak-hak teretentu 3. The fulfillment of corresponding obligation warga Negara memiliki kewajiban yang menjadi keharusan dan seimbang antara pribadi dan publik 4. A degree of interest and involvement in public affairs memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi demi kepentingan umum 5. An acceptance of basic sociental values memiliki sikap menerima nilai-nilai dasar kemasyarakatan Karakteristik yang perlu dimiliki warga Negara menurut Coogan, yaitu sebagai berikut 1. Ability to look at and approach problem as a member of a global society Kemampuan mengamati dan melakukan pendekatan terhadap masallah atau tantangan sebagai masyarakat global 2. Ability to work with others in a cooperative way and to take responsibility for oneâs roles/duties within societyKemampuan bekerja sama dengan orang lain dengan memkul tanggung jawab atas peran dan kewajibannya dalam masyarakat 3. Ability to understand, accept, and tolerate cultural differences Kemampuan memahami, menerima dan toleran terhadap perbedaan budaya 4. Capability to think in a critical and systematic way Kemampuan berpikir secara kritis dan sitematis 5. Willingness to resolve conflict in a non-violent manner Kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan 6. Willingness to change oneâs lifestyle and consumption habits to protect the environment Kemampuan mengubah gaya hidup dan kebiasaan konsumtif guna melindungi lingkungan 7. Ability to be sensitive towards and to defend human rights leg, rights of women, ethnic minorities, etc Berarti Kemampuan peka terhadap hak asasi manusia, berani menegakkan hak asasi manusia juga melaksanakan kewajibannya 8. Willingness and ability to participate in politics at local, national, and intenational levels Kesadaran dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik pada tingkat lokal, nasional dan internasional. Kegiatan Belajar 4 Pembelajaran Individu sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial, dan Warga Negara Indonesia Menurut S Winataputra 1999 untuk mengetahui pengetahuan moral yang dapat diserap siswa dalam pengembangan paradigma baru pendidikan Pkn yaitu 1. Rekonseptualisasi jati diri PKn atas dasar kajian teoritik dan empiric 2. Perumusan asumsi progmatik tentang masyarakat madani Indonesia, warga Negara Indonesia, pendidikan untu warga Negara, tantangan masa depan Indonesia 3. Perumusan kompetensi kewarganegaraan Indonesia atas dasar asumsi progmatik 4. Penegmbangan paradigma baru PKn dalam msyarakat dan Negara Indonesia 5. Pengidentifikasian sarana pendukung yang diperlukan untuk mewujudkan paradigm baru Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam pembelajaran materi individu sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga Negara tidak lepas dari strategi, metode, media dan evaluasi. Salah satu pembaharuan dalam PPKN 1999/ PKn baru ialah strategi pembelajarannya tidak hanya mempelajari meteri pelajaran, tetapi mempelajari materi dan sekaligus praktek, berlatih dan mampu mebakukan diri bersikap dan berperilaku sebagai materi yang akan dipelajari. Kosasih Djahri 1999 memberikan penjelasan dalam CICED Center for Indonesian Civic Education bahwa strategi yang harus digelar guru hendaknya sebagai berikut 1. Membina dan menciptakan keteladanan baik fisik dan materiil 2. Membiasakan/ membakukan atau mempraktekkan yang diajarkan 3. Memotivasi minat/gairah untuk terlibat dalam proses belajar, untuk dikaji lanjutan dan mencoba membiasakan Dalam pembelajaran materi individu sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga Negara tidak lepas dari 1. Strategi Keteladanan, mempraktekkan, dan memberikan motivasi pada siswa 2. Metode Disesuaikan dengan kondisi siswa dan tidak membosankan, yang penting efektif dan efisien 3. Media Menggunakan gambar, langsung berkunjung, menggunakan contoh 4. Evaluasi Menggunakan model evaluasi portofolio. Kosasih Djahri menganjurkan evaluasi merupakan dari proses belajar, maka evaluasi tidak hanya formatif atau sumatif tetapi dilakukan pra dan sepanjang proses KBM melalui berbagai model alat serta kegiatan secara terarah dan terkendali. JAWABAN SOAL ESSAY KB 3 & 4 Soal 1. Sebutkan lima definisi negara! 2. Sebutkan hak dan kewajiban warga negara indonesia! 3. Sebutkan delapan kemampuan yang dimiliki warga negara indonesia! 4. Bagaimana menurut pendapat anda tentang individu sebagai warga negara? 5. Kemukakan isi paradigma baru PKn! 6. Bagaimana strategi dalam pembelajaran PKn? 8. Bagaimana pendapat anda tentang evaluasi model Forto Folio? Jawaban 1 Definisi Negara antara lain a. Negara sebagai suatu organisasi dalam satu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati rakyatnya. b. Alat agency wewenang authority yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. c. Suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa. d. Suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. e. Asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistim hukum diberi kekuasaan memaksa. 2 Hak dan kewajiban warga negara indonesia yaitu a. Warga negara harus memiliki identitas atau jati diri b. Warga negara harus memiliki hak-hak tertentu c. Warga negara harus memiliki kewajiban yang menjadi keharusan d. Warga negara harus memiliki sikap tanggung jawab e. Warga negara harus memiliki sikap tanggung jawab untuk berpartisipasi demi kepentingan umum 3 8 Kemampuan yang dimiliki warga negara indonesia adalah a. Kemampuan untuk mengamati dan melakukan pendekatan terhadap masalah atau tantangan sebagai anggota masyarakat global. b. Kemampuan bekerjasama dengan orang lain dan memiliki tanggung jawab atas peran dan kewajibannya dalam masyarakat. c. Kemampuan untuk memahami, menerima dan toleransi terhadap perbedaan budaya. d. Kemampuan untuk berpikir secara kritis dan sistematis. e. Mampu untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. f. Mampu untuk mengubah gaya hidup dan kebiasaan konsumtif guna melindungi lingkungan. g. Peka terhadap hak asasi manusia, tetapi juga melaksanakan kewajiban-kewajiban, hak-hak kaum perempuan dan etnik minoritas. h. Kesadaran dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik pada tingkat lokal, nasional dan internasional. 4 Agar warga negara memiliki kemampuan mendekati masalah atau tantangan sebagai anggota masyarakat global, mempunyai kehendak bekerjasama dengan orang lain dan memikul tanggung jawab atas peran dan kewajibannya dalam masyarakat. 5 Yaitu rekonseptualisasi jati diri pendidikan kewarganegaraan atas dasar kajian teoristik dan empirik, perumusan asumsi programatik tentang masyarakat madani indonesia. 6 Strategi pembelajaran siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tetapi mempelajari materi sekaligus praktek, berlatih dan mampu membakukan diri bersikap dan berperilaku sebagai materi yang dipelajari. 7 Mac Luhan menyatakan bahwa The Medium Is The Message, yaitu media mewakili isi pesannya. 8 Karena evaluasi merupakan bagian dari proses belajar, maka evaluasi tidak hanya dilakukan dua kali saja mestinya dilakukan pra dan sepanjang proses KBM melalui berbagai model alat serta terarah dan terkendali.
BAB Individu Sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa Dalam pembahasan tentang materi individu sebagai insan Tuhan Yang Maha Esa, difokuskan kepada individu sebagai warga negara yang menganut agama. Setiap ajaran agama menuntut untuk berperilaku baik yang diaplikasikan dalam kehidupan secara horizontal, disamping mengabdi dalam bentuk ibadat ritual vertikal sesuai dengan keyakinannya. Masing-masing agama memiliki kewajiban ibadat yang ritual yang bersifat vertikal yaitu untuk mengabdi kepada Tuhan sebagai pencipta misalnya umat islam melaksanakan ibadat ritualnya di Mesjid, umat katolik dan protestan beribadat di Gereja, umat Hindu beribadat di Kelenteng dan umat Budha beribadat di Pura. Ketika umat Hindu melaksanakan kewajiban ibadatnya di Kelenteng, tentu umat beragama yang lainnya harus bersikap toleran dan menghormatinya. Jika sikap ini dimiliki oleh setiap umat beragama, tentu kehidupan rukun antar umat beragama akan terjalin. Agama Islam mengajar bahwa belum sempurna iman seseorang, kalau kasih sayang kepada orang belum sama dengan kasih sayang kepada dirinya. Bahkan agama Islam mengajarkan salah satu ciri orang yang beriman adalah orang itu mencintai negaranya. Agama Kristen Katholik mengajarkan bahwa tujuan Tuhan menciptakan manusia untuk kebahagiaan manusia, dosa menhancurkan kebahagiaan manusia, dan Yesus Kristus pembebas manusia dari dosa. Dalam agama Hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam Sloka Moksartham jagat hitaca iti dharma artinya tujuan agama dharma ialah tercapainya kesejahteraan dunia jagat hita dan kebahagiaan spritual moksa. Selanjutnya dirinci menjadi empat yaitun yang disebut Catur Purusa Artha yaitu empat tujuan hidup manusia yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Dalam agama Budha dikenal dengan ajaran Catur Paramita yaitu empat sifat luhur di dalam hati nurani manusia yaitu, Metta atau Maitri, Karuna, Mudita, dan Upekha. Kelangsungan kegiatan keagamaan dijamin oleh perundang-undangan seperti pada Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana serta pada perundang-undangan yang lainnya. Individu Sebagai Makhluk Sosial Tuhan menciptakan manusia tidak secara langsung, akan tetapi melalui proses jalinan cinta kasih dua orang manusia yaitu Ibu dan Ayah, maka lahirlah seorang anak manusia. Hanya dengan pertolongan dan jasa pemeliharaan orang tua, kita menjadi besar dan hingga menjadi dewasa sekarang ini. Dari proses itu kita dapat mengatakan bahwa manusia dengan ketidak berdayaan ketika lahir, hingga sekarang menjadi dewasa secara naluriah manusia tidak dapat hidup menyendiri, sehingga memerlukan bantuan orang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa berkeluarga merupakan kebutuhan manusia, dalam hal ini esensinya manusia memerlukan orang lain atau berkelompok. Untuk menjalin hubungan satu sama lain memerlukan aktivitas komunikasi. Karena kecenderungan manusia berkeinginan untuk hidup serasi sebagai timbal balik satu sama lain karena manusia mempunyai dua hasrat yaitu berkeinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, dan berkeinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya, Soerjono Soekanto, 1990. Menurut Soerjono Soekanto untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut di atas, manusia mempergunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Dalam menghadapi alam sekelilingnya seperti udara yang dingin, alam yang kejam, maka manusia membuat rumah, dan pakaian. Manusia harus makan agar badannya tetap sehat, mereka mengambil makanan sebagai hasil alam sekitarnya. Dengan menggunakan akalnya. Dari dampak kondisi dan situasi lingkungan alam, merupakan faktor motivasi untuk bekerjasama dengan orang lain. Secara modern dorongan tersebut menimbulkan kelompok sosial dalam kehidupan manusia ini, karena manusia tak mungkin hidup sendiri. Kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Dalam kehidupan berkelompok dan dalam hubungannya dengan manusia yang lain, pada dasarnya setiap manusia menginginkan beberapa nilai. Harold Lasswell memerinci ada delapan nilai yang terdapat dalam masyarakat yaitu a. kekuasaan b. pendidikan/penerangan enlightenment c. kekayaan wealth d. kesehatan well-being e. keterampilan skill f. kasih sayang affection g. kejujuran rectitude dan keadilan rechtschapenheid h. keseganan, respek respect. Dengan adanya nilai-nilai ini, dan manusia menginginkan untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut, maka manusia individu menjadi anggota dalam beberapa kelompok. Sehingga masyarakatlah yang mencakup semua hubungan dan dalam kelompok di dalam sesuatu wilayah. Apa yang disebut dengan masyarakat? Menurut Robert Mac Iver adalah Society means a system of ordered relations, maksudnya adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang ditertibkan. Sedangkan menurut Harold J. Laski, A society is a group of human beings living together anf working together for the satisfaction of their mutual wants. Maksudnya, masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. Maksud dari definisi ini, bahwa jika manusia dibiarkan mengejar kepentingan masing-masing dan bersaing tanpa batas, maka akan timbul keadaan yang penuh pertentangan yang dapat merugikan masyarakat secara keseluruhan. Dalam hidup kerjasama sebetulnya terdapat nilai atau norma yang perlu disepakati secara kolektif, yang berfungsi untuk menghindarkan terjadinya pertentangan yang tidak saling menguntungkan. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa norma yang perlu ditaati yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum. Bangsa Indonesia yang terkenal dengan kemajemukannya baik suku bangsa, suku bahasa, budaya dan agama. Dalam kondisi seperti ini diperlukan nation character building agar perbedaan itu bukan merupakan faktor pemisah, akan tetapi merupakan kekayaan bangsa serta serta dipupuk rasa kebersamaan dan persatuan yang semakin kokoh Individu Sebagai Warga Negara Indonesia Ada beberapa pengertian negara, pertama, negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati oleh rakyatnya. Kedua, negara adalah alat agency atau wewenang authority yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat. Ketiga, negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu. Keempat, negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Kelima, negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa. UUD'45 yang berhubungan dengan hak dan kewajiban warga negara adalah pasal 26, 27, 28, 29, 30, 31 dan 34. Menurut Cogan, 1998, mengelompokkan warga negara kedalam 5 kategori, yaitu warga negara harus memiliki identitas atau jati diri, warga negara memiliki hak-hak tertentu, warga negara memiliki kewajiban-kewajiban yang menjadi keharusan, sehingga selalu menjaga keseimbangan antara kepentingan privat dengan kepentingan publik serta memiliki sikap tanggung jawab, warga negara memiliki sikap tanggung jawab untuk berpartisipasi demi kepentingan umum, sehingga merasa terpanggil untuk ikutserta dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kepentingan umum, warga negara memiliki sikap menerima nilai-nilai dasar kemasyarakatan, sehingga mampu menjalin dan membina kerjasama, kejujuran dan kedamaian serta rasa cinta dan kebersamaan. Dalam menghadapi kehidupan abad 21, warga negara perlu memiliki karakteristik, keterampilan dan kompetensi tertentu agar dapat mengahadapi dan mengatasi kecenderungan yang tidak diinginkan serta dapat menumbuh kembangkan kecenderungan-kecenderungan yang diinginkan. Cogan 1998 mengidentifikasi 8 karakteristik yang perlu dimiliki warga negara yaitu sebagai berikut Pertama, mendekati masalah atau tantangan sebagai anggota masyarakat global. Kedua, memiliki kehendak dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memikul tanggung jawab atas peran dan kewajibannya dalam masyarakat. Ketiga, mampu memahami, menerima dan toleran terhadap perbedaan budaya. Keempat, mampu berpikir kritis dan sistimatis. Kelima, mampu untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Keenam, peka terhadap hak azasi manusia. Ketujuh, mampu untuk merubah gaya hidup dan kebiasaan konsumtif guna melindungi lingkungan. Kedelapan, berpatisipasi dalam politik pada tingkat lokal, nasional dan internasional. Pembelajaran Individu Sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga Negara Indonesia Paradigma baru pendidikan kewarganegaraan yaitu rekonseptuaisasi jati diri pendidikan kewarganegaraan atas dasar kajian teoritik dan empirik, perumusan asumsi programatik tentang masyarakat madani Indonesia, warga negara Indonesia, pendidikan untuk warganegara, dan tantangan masa depan Indonesia, Perumusan kompetensi kewarganegaraan Indonesia atas dasar asumsi programatik, Pengembangan paradigma baru pendidikan kewarganegaraan dalam masyarakat-bangsa dan negara Indonesia, Pengidentifikasian sarana pendukung yang diperlukan untuk mewujudkan paradigma baru pendidikan kewarganegaraan. Dalam pembelajaran materi individu sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga negara, tentunya tidak bisa lepas dari strategi, metode, media dan evaluasi. Salah satu pembaharuan dalam PPKn 1999/PKn baru ialah strategi pembelajarannya siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tetapi mempelajari materi dan sekaligus praktek, berlatih dan mampu membakukan diri bersikap dan berperilaku sebagai materi yang dipelajari. Kosasih Djahiri 1999 memberikan penjelasan dalam sebuah seminar CICED Center for Indonesian Civic Education bahwa strategi yang harus digelar guru hendaknya sebagai berikut membina dan menciptakan keteladan, baik fisik dan materiil tata dan asesoris kelas/sekolah, kondisional suasana proses KBM maupun personal guru, pimpinan sekolah dan tokoh unggulan, membiasakan/membakukan atau mempraktekan apa yang diajarkan mulai di kelas-sekolah-rumah dan lingkungan belajar, dan memotivasi minat/gairah untuk terlibat dalam proses belajar, untuk kaji lanjutan dan mencobakan serta membiasakannya. Ketiga strategi di atas dapat dioperasionalkan melalui berbagai metoda yang sering digunakan oleh guru dalam ceramah bervariasi tanya jawab, diskusi, problem solving, percontohan, permain peran, VCT, kerja lapangan, karya wisata, observasi reportasi dan dramatisasi. Pendekatan yang perlu diterapkan agar mencapai sasaran, maka kelas PKn dan sekolah harus dijadikan sebagai laboratorium masyarakat, bangsa dan negara. Tentu dalam proses pembelajaran memerlukan media, fungsinya adalah untuk memberi kemudahan kepada siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Yang dimaksud dengan media, Kosasih Djahiri 1999 mengatakan adalah sesuatu yang bersifat materiil-imateriil ataupun behavioral atau personal yang dijadikan wahana kemudahan, kelancaran serta keberhasilan proses hasil belajar. MacLuhan menyatakan bahwa The medium is the message yaitu media mewakili isi pesannya. Jika demikian berarti guru PKn adalah salah satu media pembelajaran harus menampilkan figur sebagaimana pesan Pendidikan Kewarganegaraan. Artinya dia harus menjadi figur teladan bagi siswanya yaitu sebagai warga negara yang baik, jujur, demokratis, taat beragama dan sebagainya. Media dalam PKn yaitu yang bersifat materiil, misalnya, buku, model pakaian, bendera, lambang, Yang bersifat imateriil, misalnya contoh kasus, ceritera, legenda, budaya, Yang bersifat kondisional, misalnya suasana simulasi yang diciptakan sebelum atau pada saat Proses belajar berlangsung di kelas atau di tempat kejadian, Yang bersifat personal , misalnya nama atau foto atau gambar tokoh masyarakat atau pahlawan, gambar atau foto atau nama presiden, raja.
Dalam pembahasan tentang materi individu sebagai insan Tuhan Yang Maha Esa, difokuskan kepada individu sebagai warga negara yang menganut agama. Setiap ajaran agama menuntut untuk berperilaku baik yang diaplikasikan dalam kehidupan secara horizontal, di samping mengabdi dalam bentuk ibadah ritual vertikal sesuai dengan keyakinannya Masing-masing agama memiliki kewajiban ibadah yang ritual yang bersifat vertikal yaitu untuk mengabdi kepada Tuhan sebagai pencipta, misalnya umat islam melaksanakan ibadah ritualnya di Mesjid, umat Katolik dan Prostestan beribadah di Gereja, umat hindu beribadah di klenteng dan umat budha beribadah di pura. Ketika umat hindu melaksanakanan kewajiban ibadahnya di klenteng, tentu umat beragama yang lainnya harus bersikap toleran dan menghormatinya. Jika sikap ini dimiliki oleh setiap umat beragama, tentu kehidupan rukun antar umat beragama akan terjalin Agama islam mengajar bahwa belum sempurna iman seseorang, kalau kasih sayang kepada orang belum sama dengan kasih sayang kepada dirinya. Bahkan agama islam mengajarkan salah satu ciri orang yang beriman adalah orang itu mencintai negaranya. Agama kristen katolik mengajarkan bahwa tujuan Tuhan menciptakan manusia untuk kebahagiaan manusia, dosa menghancurkan kebahagiaan manusia dan Yesus kristus pembebas manusia dari dosa. Dalam agama hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam Sloka Moksartham jagat hitaca iti dharma artinya tujuan agama ialah tercapainya kesejahteraan dunia dan kebahagiaan spiritual. Selanjutnya diperinci menjadi 4, yaitu yang disebut Catur Purusa Artha, yaitu 4 tujuan hidup manusia, yaitu Dharma, Artha Kama dan Moksa. Dalam agama budha dikenal dengan ajaran Catur Paramita yaitu empat sifat luhur di dalam hati nurani, yaitu Metta atau Maitri Karuna, Mudita dan Upekha Kelangsungan kegiatan keagaamaan dijamin oleh perundang-undangan, seperti pada pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta pada perundang-undangan yang lainnya. Label automotive Hotels pimmy ride Phone Cell Property wallpapers Anti Vir car body design
âMATERI DAN PEMBELAJARAN INDIVIDU SEBAGAIINSAN TUHAN YANG MAHA ESA, MAKHLUK SOSIAL DANWARGA NEGARA INDONESIAâ Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pembelajaran PPKN SD yang diampu oleh Bapak Angga Setiawan, NAMA ANGGOTA 1. Saskia Tasya Ayu. G21862060132. Afida Anindya21862060223. Annisa Aina Anjani21862060354. Anika Febriani21862060485. Puput Ariani21862060766. Nabila Listia Devi2186206083 IV BPRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR STKIP PGRI TRENGGALEK 2023 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah yang telah melimpahkan hidayahdan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan . Laporan ini disusun sebagaitugas kelompok untuk memenuhi mata kuliah âPembelajaran PPKN SDâ. Dalam penulisan laporan ini tentunya penulis tidak terlepas dari kesulitan dan masalahdalam pengerjaannya, akan tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak maka kesulitan danmasalah tersebut dapat teratasi. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkanterima kasih kepada Bapak Angga Setiawan, selaku dosen pengampu mata kuliah âPembelajaran IPS SDâ yang telah membimbing serta mengarahkan dalam penyusunanmakalah ini. Dan penulis ucapkan terima kasih kepada teman â teman yang memberikandukungan dan peran dalam penyusunan dan kritik dari pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan laporanmakalah ini karena penulis menyadari bahwa laporan makalah ini masih banyak laporan makalah ini memberi manfaat bagi 27 Februari 2023Penulis ii
individu sebagai insan tuhan yang maha esa